Aku tak seperti yang lain
Yang bisa menjadi ini dan itu
Yang mampu menjadi segalanya
Yang sanggup melakukan apapun
Aku cuma bisa melihat dibalik jendela yang berembun
Buram , tak jelas , dan itu adalah hidupku
Aku juga cuma bisa menahan , tak mampu melawan
Aku semakin dewasa , di usia kepala dua
Aku masih menanggung trauma
Aku harus menyimpan luka lama
Aku menggenggam dendam
Pedih , perih , dan terus merintih
Rasa sakit ini membakar hatiku
Panas rasanya , melebihi panas yang bisa aku rasakan
Satu persatu kata-kata itu mulai menyusun menjadi kalimat yang menyakitkan
Dimana aku harus mengingat rasa sakit tertusuk lidah yang lunak
Dan membuat aku tak mampu berbuat banyak
Aku teriak tapi tak bersuara
Aku seperti manusia yang harus hilang ditelan bumi
Karena manusia lainnya menginginkam aku untuk mati
Semakin lama luka ini terus mengelupas
Bukan hanya air yang telah membuat nya terbuka
Namun kalimat itu selalu bergema di otak dan telingaku
Hingga mataku berhalusinasi dengan kejadian itu
Kemana aku harus mengadu ?
Selama aku menunggu jawaban dari Tuhanku yang menyayangiku
Tahu rasanya ? Saat semua orang menatapku seperti benalu ?
Mungkin tak ku hiraukan , tapi ini sudah terlalu bagiku
Mereka berteriak bahwa akulah manusia tak punya harga diri
Mereka merebut kuasa dan membuang kemerdekaan ku
Aku seperti menjadi sandera untuk kebahagiaan mereka
Karena menghina adalah hiburan dalam hidup mereka
Mereka tak berfikir apa yang terjadi dengan yang mereka lakukan
Bahwa itu semua menguatkan akar dendam dalam tanah diriku
Tapi aku tetap tak bisa keluar , karena dipagari dengan hinaan mereka
Aku ingin meledak , tapi mereka punya beribu cara untuk meredam ledakanku
Dan pada akhirnya aku terbunuh dalam hidupku sendiri
Aku hidup dengan menjadi benalu pada siapapun yang bisa menopangku
Mati , mati saja sekarang juga
Setegar apapun , hati ini akhirnya hancur seperti pasir
Dan selalu , kalimat-kalimat itu yang menusuk hingga darahku bergejolak marah
Dan aku bertanya
"Sampai kapan ? Aku harus mendendam , aku sudah kenyang untuk selalu diberi makanan yang menyakitkan?"
Bandung , 17 Mei 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar